Sinopsis Master of Study episode 3 & 4

Kelas khusus Universitas Cheonha dimulai dengan awal yang meragukan: Seok Ho membiarkan para siswanya belajar sendiri, memberikan mereka buku matematika SMP buat dikerjakan. Siswa lain berdatangan untuk mengejek kelima siswa itu, yang benar-benar membuat mereka malu; emosi Bae Hyun meluap dan dia pun menegaskan bahwa dirinya adalah pemimpin kelompok kelas khusus. Baek Hyun memperingatkan para penganggu itu untuk berhenti.

Sementara itu, guru-guru yang lain menganggap kelas khusus Cheonha sangat mengganggu dan mengeluhkan hal tersebut pada Jang Ma Ri. Mereka menerobos ke dalam kelas dan mempertanyakan kenapa para siswa malah disuruh mengerjakan buku anak SMP. Soo Jung (yang diangkat sebagai wakil wali kelas) menjelaskan bahwa para siswa kelas khusus sedang di tes untuk menemukan kelemahan mereka, jadi mereka diwajibkan untuk memulainya dari tingkat dasar. Seok Ho memerintahkan Soo Jung agar anak-anak kelas khusus tidak boleh diijinkan pulang apabila belum menyelesaikan soal-soal di buku matematika yang diperintahkannya itu. Baek Hyun dan keempat kawannya mengeluh terus sepanjang waktu hingga larut malam. Sedikit mengejutkan kemudian, Baek Hyun malah menyemangati teman-temannya untuk bekerja keras agar mereka cepat selesai. Meski Baek Hyun punya kesan sebagai anak pemberontak, dia merasa berhutang pada Seok Ho karena telah membantunya mengurus permasalahan rumahnya. Dia masuk kelas khusus pun karena harus membayar hutangnya pada Seok Ho. Tapi, Baek Hyun tidak tahu kalau Seok Ho menjual kantornya buat mendapatkan uang untuk membantunya.

Di sisi lain, Seok Ho sibuk mencari guru untuk membantunya mengajar di kelas khusus. Dia mengunjungi pria eksentrik, Cha Ki Bong, untuk meminta bantuan. Pria ini dulu pernah mengajar matematika di SMA. Tapi sayangnya, dia menolak mentah-mentah permintaan Seok Ho dan malah mengusirnya. Seok Ho pantang menyerah, dia kembali mengingatkan Cha Ki Bong bagaimana dia telah mengubah banyak anak-anak dengan metode mengajar matematikanya yang keras. “Kau telah menyelamatkan banyak anak-anak dan aku adalah salah satunya!” Guru Cha malah bilang kalau anak-anak jaman sekarang tidak bisa menerima cara mengajar yang dia terapkan, namun Seok Ho berjanji bahwa anak-anak kelas khusus pasti bakal bisa mematuhinya.

Seok Ho berhasil membawa Guru Cha ke Byeong Moon buat mengajar di kelas khusus. Kedatangan mereka disambut oleh wajah-wajah penasaran di Byeong Moon. Di kelas khusus, Guru Cha menyinggung tentang sikap anak-anak itu pada matematika. Dia menekankan bahwa sekali mereka mulai tertinggal di belakang, matematika bakal menumpuk daya tariknya dan mereka pun akan membencinya. Akan tetapi, Guru Cha kemudian menyuruh mereka untuk mengubah pandangan mereka terhadap mata pelajaran yang satu itu – matematika lebih seperti permainan. Jangan terlalu memikirkan prosesnya, lemparkan saja dirimu ke dalamnya. Matematika itu seperti olahraga. Misalnya, ketika memecahkan soal akar-akaran, Guru Cha meminta para siswa itu untuk memposisikan diri mereka seperti saat sedang main ping pong. Matematika seharusnya cepat, langsung, dan tersusun. Dengan begitu mereka bisa saling bantu, berbagi permasalahan matematika dengan yang lain, ragu-ragu ketika mereka berpikir keras dan melakukan yang terbaik saat sedang merasa nyaman untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Seok Ho maju sangat cepat. Dia memberitahukan kepada para guru bahwa akan ada tes untuk mereka. Tesnya akan berlangsung dalam sepuluh hari. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakan mereka masih pantas untuk tetap menjadi seorang guru. Para guru jelas-jelas menolak hal tersebut, termasuk Soo Jung yang berpendapat bahwa Seok Ho mengganggap masalah ini terlalu ringan. Seok Ho membalas bahwa tes mungkin kelihatan kejam, akan tetapi dalam hidup ada beberapa hal penting yang dinilai melalui nilai sebuah tes, seperti yang dikethui para siswa. Para guru ini memang malas, menganggap bahwa beruntung para siswa sudah mau berusaha buat lulus dan tidak membuat onar atau bermalas-malasan. Lebih jauh, Seok Ho meminta Jang Ma Ri untuk menggantikan Soo Jung agar Bu Guru Han bisa lebih berkonsentrasi di kelas khusus. Sebab, satu-satunya guru di Byeong Moon yang tidak punya kerjaan adalah dirinya.

Seok Ho mengumumkan bahwa selama sepuluh hari ke depan, mereka akan menjalani pelatihan khusus yang mengharuskan mereka makan dan tidur di sekolah. Dia menyuruh para siswa itu untuk pulang buat mengumpulkan barang-barang mereka dan meminta mereka untuk balik lagi ke sekolah pada petang harinya. Saat makan malam nenek memberitahu Baek Hyun kalau seorang pengacara (temannya Seok Ho) datang untuk menangani masalah pinjaman sekolah khusus yang akan membantu mereka mempertahankan rumah mereka. Baek Hyun terlihat sedikit curiga pada masalah tersebut tapi dengan cepat mengalihkan perhatiannya.

Ketika Chan Doo memberitahukan orang tuanya tentang pelatihan sepuluh hari di sekolah, mereka malah menyela dengan sebuah informasi: Chan Doo akan dikirim ke Amerika. Ayahnya telah berusaha keras agar bisa memasukkannya ke sebuah sekolah bagus di negeri paman Sam itu, dan tidak ada alasan kenapa dia harus tetap di Korea. Meski Chan Doo bersikeras tidak mau pindah ke Amerika, tapi ayahnya sama sekali tidak peduli. Chan Doo memberitahukan teman-temannya sesama break dancer, yang sedak sibuk latihan untuk sebuah kompetisi, bahwa dia akan sangat sibuk selama seminggu ke depan. Dia menjamin semua temannya bahwa mereka tetap bisa terus menggunakan tempat latihannya, tapi mereka juga segera tahu bahwa mereka telah diusir. Sementara itu, Pul Ip bahkan tidak punya kesempatan untuk memberitahukan ibunya kalau dia akan pergi sebab sang ibu terlalu sibuk berkencan dengan pacarnya yang sudah menikah (ketika ibunya menelpon keesokan hari untuk menanyakan keberadaannya, Pul Ip ditenangkan oleh pikiran bahwa ibunya benar-benar mengkhawatirkannya. Tapi kemudian ibunya malah menelpon pacarnya dan mengumumkan bahwa dia bebas selama sepuluh hari!).

Di sisi lain, Bong Goo malah sibuk membantu orang tuanya saat makan malam dan tidak kembali ke sekolah. Akhirnya, Seok Ho datang dan berbicara dengan orang tua Bong Goo, yang terkejut dengan adanya kelas khusus itu. Mereka secara baik hati memberitahu bahwa mereka tidak pernah menekan Bong Goo untuk belajar ataupun bersekolah. Dia tidak seperti anak lain dan tidak perlu bagus di sekolah. Sebaliknya, Seok Ho malah menunjukkan buku-buku Bong Goo dan mengatakan bahwa anak itu tertarik belajar tapi sayangnya dia tidak bisa melakukannya dengan baik dan tidak punya banyak waktu buat belajar. Ibu dan ayah berkata mereka tidak pernah memarahi Bong Goo bila nilainya jelek. Tapi Seok Ho malah mengatakan bahwa seharusnya mereka memarahi Bong Goo sebab mengabaikan keinginan putra mereka untuk belajar lebih buruk daripada menghukumnya.

Jadi begitulah, kelas khusus pun berkumpul. Mereka setuju untuk secara bergiliran menyiapkan makanan. Lima sekawan itu pun menginap di sekolah. Baek Hyun, yang masih sedikit terganggu dengan urusan pinjaman itu, memutuskan untuk jalan-jalan dan malah menemukan Pul Ip sedang duduk sendirian mendengarkan musik. Baek Hyun duduk di sampingnya, dan ketika dia bilang tidak bisa tidur, Baek Hyun berkata apakah dia sedang mengkhawatirkan sesuatu. Pul Ip menjawab bahwa dia tidak yakin apakah keputusannya sudah benar bergabung dengan kelas khusus. Setengah bercanda, Baek Hyun bilang itu adalah keputusan yang buruk lalu merampas MP3 Player-nya serta mengejek selera musik Pul Ip yang kuno. Kemudian mereka saling rampas MP3 sambil tertawa riang. Tawa itu terhenti oleh kedatangan Hyun Jung. Sedikit cemburu, dia bertanya apa yang sedang mereka lakukan disini – apakah mereka janjian diam-diam tanpa dia ketahui.

Baek Hyun dan Hyun Jung sebenarnya tidak pacaran. Baek Hyun bahkan tidak punya perasaan apa-apa pada Hyun Jung. Dia bisa menerima sikap Hyun Jung yang selalu menempel dirinya cuma karena mereka berteman. Pul Ip yang tahu bahwa Hyun Jung benar-benar menyukai Baek Hyun segera pergi dari tempat itu. Sebenarnya dia sendiri juga menyukai Baek Hyun. Tapi karena sahabatnya juga menyukai cowok itu, dia memilih untuk memendam perasaannya. Biar Hyun Jung tidak terus kesal, Baek Hyun memberikan jaketnya kepada cewek itu. Itu bukan karena Baek Hyun menyukainya. Cowok ini sebenarnya juga menyukai Pul Ip.

Seok Ho membangunkan anak-anak keesokan paginya dan langsung menyeret mereka ke lapangan lalu menjabarkan jadwal belajar mereka. Seok Ho membagi waktu belajar anak-anak ke dalam kelompok-kelompok waktu dimana waktu belajar diporsikan sebesar 14 jam. Mereka akan tidur, makan dan belajar bersama.

Metode pengajaran Guru Cha yang berat merasuk ke saraf anak-anak. Baek Hyun adalah yang paling pertama membantah: “Apakah kami kalkulator?” Bagaimana bisa mereka memberikan begitu banyak soal-soal matematika? Alih- alih menjadi marah, Guru Cha malah bilang bahwa mereka harus terbiasa mengerjakan soal-soal ini agar mereka menjadi otomatis, seolah-olah mereka adalah kalkulator manusia! Akan tetapi, kelas khusus diganggu oleh kedatangan ayah Chan Doo yang ditemani oleh beberapa polisi. Seok Ho ditahan oleh polisi atas tindak penipuan, tapi Chan Doo tahu apa arti semuanya. Dia pun berdiri dan berkata pada ayahnya: “Baiklah, aku akan pergi. Aku akan pergi ke Amerika!”

Chan Doo mulai membereskan barang-barangnya, tapi Seok Ho memerintahkannya untuk kembali duduk – siapa yang memberitahunya bahwa dia bisa pergi? Dia kembali mengulangi bahwa sampai mereka berlima diterima di Cheonha, mereka tidak bisa pergi. Chan Doo kembali duduk dan ayahnya pun mulai membicarakan persoalannya, mengatakan bahwa nilai matematika Chan Doo benar-benar memprihatinkan – nilai tertinggi yang pernah dicapainya adalah 52! Seok Ho berjanji pada ayah Chan Doo bahwa di ujian berikutnya putranya akan memperoleh nilai di atas 80! Dan karena hal ini dia tidak boleh pergi. Chan Doo protes mendengar hal itu karena tidak percaya pada dirinya sendiri bahwa dia mampu memenuhi target tersebut. Namun Seok Ho menantangnya: “Kau ingin pergi ke Amerika seperti ini, seperti sapi yang akan dipotong, tidak peduli pada kepentinganmu? Kau tidak akan mampu memiliki sebuah mimpi atau berdiri dengan berani. Kau ingin kabur seperti ini? Apakah kau akan mengecewakan teman-temanmu yang peduli padamu dan pergi dengan sangat tidak bertanggung jawab?” Dengan sedikit keraguan, Chan Doo mengatakan pada ayahnya bahwa dia setidaknya ingin mencoba – hanya melihat kemana dia akan dituntun dalam sepuluh hari ke depan.

Seok Ho menawarkan untuk menandatangani kontrak yang meyatakan bahwa bila dia tidak bisa menepati janjinya untuk menaikkan nilai Chan Doo setidaknya di atas 80, dia bersedia menerima tuduhan apapun atas dirinya. Semua siswa mendapatkan tekanan dan mulai terjadi cekcok diantara mereka. Baek Hyun mengomel kalau itu adalah hal rumit, membuat Chan Doo yang mendengar perkataannya segera meminta maaf. Karena itulah, dia sebenarnya ingin pergi secepatnya, tapi di saat-saat terakhir dia merasa setidaknya ingin mencoba. Chan Doo meminta Baek Hyun untuk memberinya kesempatan. Pada waktu makan siang, Pul Ip yang ingin menghibur Chan Doo, menemukan cowok itu di atap. Dia membawakan makanan untuknya dan berkata menentramkan: “Jangan bersedih. Seandainya bukan untukmu, Kang Seok Ho dan Cha Ki Bong akan membuat kita tetap bekerja keras. Untuk sepuluh hari ini, ayo kerahkan semua kemampuan kita!”

Siang itu, Baek Hyun juga naik ke atas untuk mencari Chan Doo. Mungkin untuk minta maaf. Tapi dia berhenti saat matanya menangkap sosok Pul Ip disana. Mereka berdua terlihat begitu akrab. Kelihatannya ada tanda-tanda cinta segitiga. Dan memang begitu kok! Malam itu Pul Ip menguping pembicaraan Baek Hyun dengan neneknya yang begitu hangat. Pul Ip jelas-jelas suka banget sama Baek Hyun!!!

Selama beberapa hari selanjutnya, Seok Ho dan Guru Cha terus melatih anak-anak dengan keras. Hasilnya luar biasa. Nilai mereka perlahan-lahan dapat naik. Kecuali Chan Doo yang hanya berkutat di nilai 55-60! Guru Cha mengeluhkan bahwa situasinya benar-benar buruk. Dia mengkhwatirkan bahwa Chan Doo tidak akan bisa berkembang. Sudah saatnya menggunakan senjata yang paling sulit. Malam itu dia membawa Chan Doo ke ruang olahraga dan mendudukannya disana dengan setumpuk soal-soal matematika. Sampai dia bisa mendapatkan nilai sempurna, dia akan tetap di tempatnya. Intinya, matematika adalah tentang konsentrasi dan Chan Doo sama sekali tidak bisa melakukannya. Semua orang menonton dari sisi lapangan. Merasa gelisah dan bersalah karena Chan Doo tidak juga bangkit dari kursinya sebab nilainya tidak penah sempurna. Mereka disana selama berjam-jam, sampai tengah malam dan tetap saja Guru Cha tidak melepaskan Chan Doo. Baek Hyun adalah orang pertama yang meninggalkan ruangan, terlihat frustasi. Tapi, yang mengagetkan adalah dia datang lagi sambil membawa meja dan kursi yang kemudian diikuti oleh teman-temannya yang lain. Masih perlu beberapa waktu lagi. Nilai Chan Doo belum juga sempurna. Akan tetapi, dukungan teman-temannya membuatnya mampu mencapai nilai sempurna itu.

Inti dari latihan ini bukanlah untuk mengajarkan Chan Doo bagaimana mengerjakan sola-soal matematika. Tapi lebih kepada pembuktian kalo dia bisa mengerjakan soal-soal metamatika itu. Setelahnya, Chan Doo menemui Baek Hyun untuk mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Hari berikutnya, Chan Doo belajar dengan energi baru, memecahkan soal-soal matematika di setiap kesempatan, waktu makan atau bahkan di kamar mandi. Dia bahkan menggumamkan soal matematika dalam tidurnya. Para guru sangat terkesan dengan usahanya, tapi juga merasa khawatir kalau Chan Doo akan melewati batas. Pada malam sebelum ujian, Pul Ip bangun dari tempat tidurnya di tengah malam dan menyelinap keluar. Baek Hyun yang juga terbangun, mengikutinya keluar, dan membuntutinya keluar halaman sekolah dan pulang ke rumah. Pul Ip membongkar semua barang-barangnya hingga menemukan sebuah video tua lalu kembali ke sekolah. Baek Hyun tetap bersembunyi hingga mereka tiba di gerbang sekolah yang ternyata sudah terkunci! Karena tidak ada jalan masuk yang lain, Baek Hyun menawari punggungnya agar bisa dijadikan pijakan oleh Pul Ip untuk bisa masuk ke dalam sekolah. Ho ho ho…

Pada pagi harinya. Guru-guru yang lain berkumpul untuk ikut menyaksikan sesi tes. Mereka merasa sangat khawatir pada ujian yang akan diberikan Seok Ho. Mereka berharap Chan Doo akan gagal mencapai target nilai di atas 80. Jika dia pergi ke Amerika, maka kelas khusus harus di bubarkan dan Seok Ho tidak akan jadi memberikan ujian pada para guru. Orang tua Chan Doo juga ada di dalam kelas untuk menyaksikan putranya ujian. Kelima siswa sebenarnya juga ikut ujian tapi perhatian terbesar ditunjukkan pada Chan Doo. Dia terlihat grogi. Tapi kemudian bisa menguasai dirinya setelah mengetahui bahwa soal-soal itu berdasarkan sebuah formula dasar dan yang harus dilakukannya adalah menemukan formula itu untuk memecahkan soalnya. Waktunya habis. Saatnya ujian Chan Doo dinilai. Dan saat nilainya diumumkan, Chan Doo hanya berhasil memperoleh nilai 79! Seok Ho kecewa. Anak-anak yang lain berteriak bahwa semua itu tidak adil. Tapi Seok Ho adalah orang yang punya prinsip keras dan dia berniat memnuhi janjinya pada ayah Chan Doo.

Tepat ketika orang tua Chan Doo bangkit, Pul Ip meminta waktu sebentar lagi. Dia meminta orang tua Chan Doo kembali duduk karena akan menunjukkan sebuah video pada mereka. Video itu menunjukkan suatu hari di sebuah taman kanak-kanak dan disana terlihat ayah Chan Doo sedang membacakan surat untuk putranya. Inti surat itu adalah betapa ayah dan ibu Chan Doo sangat menyayangi putra bungsunya melebihi kakak-kakak Chan Doo. Waktu kecil Chan Doo sering sakit-sakitan dan hal itu membuat mereka sangat khawatir. Dan hal yang diinginkan orang tua Chan Doo adalah dia dapat belajar dengan baik. Tapi, diatas itu semua, mereka paling ingin agar Chan Doo selalu sehat.

Pul Ip menjelaskan bahwa dia tumbuh tanpa pernah tahu kasih sayang seorang ayah dan menekankan bahwa Chan Doo telah tumbuh sesuai keinginan mereka – dia sehat, dia juga sudah belajar dengan giat – apakah dia tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua? Ayah Chan Doo tetap tak bergerak. Wajahnya masih keras. Lalu dia berkata bahwa dia sudah bekerja keras dan pergi. Chan Doo mengikuti orang tuanya dengan berat hati. Kawan-kawan Chan Doo menyaksikan keluarga itu berjalan meninggalkan sekolah, dan Baek Hyun tidak bisa lagi menahan rasa marahnya lalu berteriak pada mereka. Baek Hyun: “Hei, Hong Chan Doo! Apa kau akan pergi? Apa kau robot? Apa kau tidak punya otak? Baik, pergilah! Pergi, dan semoga hidupmu menyenangkan di Amerika!” Saat itulah ayah Chan Doo berhenti dan membisikkan sesuatu pada putranya lalu pergi, meninggalkan Chan Doo sendirian di belakangnya. Dia menengadah melihat teman-temannya. Wajahnya terlihat serius… tapi, Chan Doo tidak jadi pergi ke Amerika!!! Mereka semua saling berpelukan dan menyambut kembali Chan Doo di sisi mereka.

Seok Ho memberikan ujian pada para guru. Dia membagikan selembar kertas kosong pada mereka semua dan menyuruh mereka untuk membuat karangan dengan tema ‘sekolah’. Para guru merasa sedikit tenang sebab ujiannya tidak sesulit yang mereka duga sebelumnya. Jadilah mereka mengerjakannya dengan sembarangan. Dengan asal-asalan pula mereka mengumpulkan hasil karangan mereka lalu bersiap-siap pergi untuk merayakan berakhirnya tes itu. Tapi Seok Ho menghentikan mereka, membolak-balik hasil tes dan memberikan sebuah kesimpulan: mereka semua dipecat!

Tentang nengfung

i love all about korea :)
Pos ini dipublikasikan di Master of Study dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s